Notification

×

iklan dekstop

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Setia Mawar kader HMI cabang Takengon angkat bicara soal harga getah Pinus

Sabtu, 09 Januari 2021 | 13.34 WIB Last Updated 2021-01-09T06:34:33Z



BerawangNews.com, Takengon - Kader HMI cabang Takengon angkat bicara soal harga getah yang berada di beberapa titik wilayah Aceh Tengah , khusus nya kecamatan Bintang dan Linge. menurutnya harga getah saat ini tinggi hanya berada di luar Aceh, sedangkan di dalam Aceh sendiri tidak memberikan manfaat besar bahkan harga di bawah rata-rata. Ini di sampaikan oleh Setia Mawar setelah bertemu dengan humas PT. Kencana.(09/01/2021).

Harga getah yang selama ini di pandang menggiurkan ternyata hanya terlihat dari sudut pandang yang tidak sesuai kenyataan di lapangan, hal ini di sampaikan oleh humas PT. Kencana Beben

"kenapa di luar Aceh harga Getah Pinus tinggi, di luar Aceh kontrak Perusahaan habis dan kemudian Getah Pinus juga tidak ada, makanya mereka meninggikan harga getah Pinus ". Ungkap Beben

Terkait dengan harga getah Pinus ini masyarkat beserta Toke lokal yang berada di Aceh Tengah ini sangat kecewa terhadap faktor harga, lebih-lebih Gubernur Aceh Mengeluarkan Intruksi (INGUB) Nomor 02/instr 2020 tentang moratorium penjualan getah Pinus keluar wilayah Aceh Tengah Nomor 13 Tahun 2020 tentang larangan membawa getah komoditi bahan mentah getah Pinus keluar daerah kabupaten Aceh Tengah.

"Justru dengan adanya Ingub ini harga getah Pinus yang seharusnya melebihi harga malahan di daerah Aceh saat ini semakin jauh menurun." ucap Setia Mawar selaku Kader HmI Cabang Takengon.

Pada saat ini PT. Tusam Hutan Lestari (THL) mengintruksikan bahwa seluruh Toke lokal penjualannya Harus ke PT. Kencana, sedangkan di PT. Kencana sendiri belum bisa mengolah getah untuk di produksi, disana hanya terlihat bahan mentah yang nantinya akan di kirim ke luar Aceh, ini dalam artian Ingub yang dikeluarkan oleh Gubernur tidak berlaku.

"Komuditi getah seharusnya menjadi nilai tawar yang menguntungkan masyarakat dan membantu perekonomian justru terlihat tidak menguntungkan masyarakat itu sendiri, terkhusus kepada agen lokal yang berada di bawah naungan perusahan PT. THL." tutupnya.

(E. S)