Notification

×

iklan dekstop

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

QONA’AH

Rabu, 20 Januari 2021 | 10.11 WIB Last Updated 2021-01-20T03:11:34Z


بِسْــــــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Qona’ah adalah merasa rela dan cukup dengan pembagian rezeki yang Allah SWT berikan. Seseorang bisa disebut bersifat qonaah apabila memiliki pendirian dengan apa yang telah diperoleh atau bersyukur atas yang ada pada dirinya karena semua adalah kehendak Allah  ta'ala.

Hadis yang mulia menunjukkan besarnya keutamaan seorang muslim yang memiliki sifat qona’ah, karena dengan itu semua dia akan meraih kebaikan dan keutamaan di dunia dan akhirat, meskipun harta yang dimilikinya sedikit. Rosululloh shollAllah SWTu 'alaihi wasallam bersabda: “Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk islam, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya dan Allah SWT menganugrahkan kepadanya sifat qona’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezeki yang Allah SWT berikan kepadanya.” (HR. Muslim)

Meskipun menerima atas apa yang diberikan kepada dirinya, orang yang memiliki sikap qona’ah menuntut adanya ikhtiar atau usaha maksimal untuk menjadi yang terbaik.

Seorang muslim bisa saja menjadi kaya dengan memiliki harta berlimpah. Namun bukan untuk menumpuk kekayaannya tersebut. Tetapi kekayaan yang dimilikinya di dunia dibatasi dengan rambu-rambu yang telah Allah SWT dan Rosul-Nya tetapkan. Dari mulai dari mana dia mendapatkan, untuk apa harta tersebut dia pergunakan dan semisalnya.

Sifat qona’ah adalah salah satu ciri yang menunjukkan kesempurnaan iman, karena sifat ini menunjukkan keridhoan orang yang memilikinya terhadap segala ketentuan dan takdir Allah SWT, termasuk dalam hal pembagian rezeki. Rosululloh Rosululloh shollAllah SWTu 'alaihi wasallam bersabda, “Akan merasakan lezatnya iman, bagi orang yang ridho kepada Allah SWT ta’ala sebagai Robb-nya dan Islam sebagai agamanya serta Nabi Muhammad Rosululloh shollAllah SWTu 'alaihi wasallam sebagai Rosulnya.” (HR. Muslim)

Di antara manfaat sifat qona’ah, adalah; Menjadi orang yang beruntung, menjauhkan diri dari hasad (iri, cemburu pada nikmat orang lain), mendapatkan dunia seluruhnya dan mudah bersyukur.

Rosululloh Rosululloh shollAllah SWTu 'alaihi wasallam besabda: “Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmizi)

Rosululloh Rosululloh shollAllah SWTu 'alaihi wasallam besabda: “Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah SWT padamu.” (HR. Muslim)

Sumber : Lembaga Studi Islam (eLSI)