Notification

×

iklan dekstop

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menjadi Manusia Bermanfaat (Belajar Dari Ipak Panguh)

Selasa, 09 Juni 2020 | 19.34 WIB Last Updated 2020-06-09T13:18:52Z

Oleh : Dr. Indra, M.Pd.I

Semua yang diciptakan Allah baik di langit maupun dipermukaan bumi ini diperuntukkan bagi manusia. (Q.S. Al Jatsiyah: 12-13). Dan dengan itu pula manusia dapat mengambil iktibar (pelajaran) bagi kehidupan mereka, terutama bagi orang yang mau ber-iqra’ dan menggunakan akal fikirannya.

Dari begitu banyak makhluk ciptaan Allah, semuanya dapat dijadikan pelajaran bagi kehidupan manusia, salah satunya Pohon Aren (Panguh)

Panguh/batang pola (Pohon Aren) merupakan jenis pohon liar yang hidup di daerah pinggiran sungai atau jurang. Panguh ini jarang di tanami (dibudidayakan) orang, bahkan pohon ini tumbuh atas bantuan musang, yakni dimana musang memakan buahnya lalu mengeluarkan najisnya, jadi dimana musang ini mengeluarkan najis maka disitu ia tumbuh.

Di Gayo Pohon Aren ini dikenal dengan sebutan Panguh atau batang Pola, dan Panguh ini memiliki cerita legenda dikalangan masyarakat Gayo. Menurut cerita orang-orang tua dahulu, Panguh (pohon Aren) ini berasal dari seorang anak perempuan, yakni anak dari seorang petani yang sangat miskin.

Sangking miskinnya keluarga ini banyak memiliki hutang hingga tidak sanggup membayarnya, atas keadaan itu pula mereka dikucilkan dari kehidupan sosial, pada suatu saat anak gadis dari orang tua miskin itu merasa iba dengan kondisi keluarganya terutama melihat ayahnya yang selalu banting tulang memenuhi kebutuhan hidup mereka, walau pun iya juga turut membantu namun tidak juga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya apalagi melunasi hutang-hutang keluarga.

Hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengorbankan dirinya demi membantu ekonomi keluarganya, dia memohon kepada Tuhan sang Pencipta untuk berubah menjadi pohon Aren. Singkat cerita berubahlah si gadis ini menjadi sebatang pohon Aren, makanya pada judul di atas kami sebutkan ‘Ipak Panguh’.

Dari situ orang tuanya memotong ‘tangan’ tangkai pada bunga (mayang) yang lagi mekar dari pohon Aren tersebut, dengan melantunkan ‘jangin’ (syair-syair), hingga dari potongan itu mengeluarkan air nira yang ditampung dengan ‘lenge’ terbuat dari batang bambu.

Wih pola (nira) ini lalu dimasak oleh orang tua si miskin itu hingga jadi gula, kemudian dia jual sehingga uangnya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan dapat pula melunasi hutang-hutangnya.

Di Gayo khusus Aceh Tengah, kami belum melihat adanya budidaya pohon Aren ini, mereka hanya membiarkan pohon ini tumbuh sendiri tanpa perawatan, jauh berbeda dengan komoditas kopi yang menjadi andalan petani di dataran Tinggi Gayo, dan penyemaiannya pun dibantu oleh Musang atau hewan lainnya.

Meskipun demikian keadaan Pohon Aren (Panguh) ini banyak memberikan berbagai manfaat bagi manusia, mulai dari daunnya, batang, bunga, dan buahnya dapat digunakan dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Diantara manfaat yang dapat digunakan oleh manusia dari pohon Panguh ini adalah:

1. Daun
Dapat digunakan untuk atap gubuk (supu), sampai pada hiasan pernikahan (janur kuning) yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, selanjutnya dapat juga digunakan sebagai atap penyemaian bibit kopi, cabe dsb-nya. Tulang daunnya dapat digunakan untuk sapu lidi sebagai alat membersihkan sampah dirumah-rumah, begitu pun ijuk (serabut batang) dapat dijadikan sebagai sapu ijuk.

2. Batang
Batang Aren ini dapat digunakan untuk pot bunga, dan serabut pada batang bisa digunakan untuk sapu.

3. Bunga (Mayang)
Pada saat berbuga, seseorang dapat mengambil airnya (nira) yang rasanya manis dan dapat dijadikan gula, yang saat ini terkenal dengan gula tampang (gula Aren).

4. Buah
Buah Panguh yang masih muda dapat diproses untuk kolang kaleng yang dapat diolah menjadi kolak, lebih-lebih dalam bulan puasa ini, bahkan banyak yang mengatakan buahnya memiliki khasiat tertentu terutama bagi pencernaan, bahkan hasil olahnnya saat ini banyak yg sudah dikirim keluar negeri, dengan harga yang pantastis, salah satunya menurut informasi salah seorang WNI yang ada di Korea dengan takaran satu gelas seukuran botol Aqua gelas, kolang kaleng ini mencapai harga 45-50 ribu rupiah. Wah pantastis bukan..? Bisa dicoba jadi usaha siapa tau bisa jadi jutawan.

Selain untuk kolak atau bubur, buah ini juga dapat digunakan sebagai manisan, yakni cemilan ringan (kue lebaran) kalo tak percaya silahkan dicoba pasti enak. Sementara buah yang sudah tua dapat digunakan untuk alat permainan anak-anak dan bisa juga untuk peluru terpel (ketapel).

Demikian sekilas manfaat dari pohon aren, bahkan kami yakin para pembaca jauh lebih paham dan mengerti tentang berbagai manfaatnya. Namun yang perlu kita iktibari dari kajian ini adalah, bagaimana kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lain, meskipun keberadaan kita berbeda dan bahkan dikucilkan oleh orang lain karena perbedaan status, baik ekonomi, pendidikan, keturunan, warna kulit dan sebagainya. Sebagaimana perumpamaan pohon Aren tersebut.

Berbuat baik dan memberi manfaat pada orang lain adalah merupakan kewajiban bagi manusia yg hidup, karena perbuatan baik itu akan mengantarkan pelakunya pada tempatnya yang layak dan mulia nantinya, bahkan Rasulullah Saw pernah menjelaskan bahwa: “Khairun nas anfa’u linnas” , maknanya lebih kurang adalah ‘sebaik-baik manusia, ialah yang bermanfaat bagi manusia lainnya’. Jadi, bila demikian adanya maka balasan dari perbuatan baik itu pasti sangat manis dan indah.

Berbuat baiklah walau sekecil apapun, berbuat baik tidak mesti harus diketahui oleh orang lain, karena Allah Swt tidak pernah luput melihat dan membalas perbuatan hamba-Nya. Terutama berbuat baik dan memberi kebutuhan bagi orang tua sendiri, kata Julia (Uminya Jilanzhia) memberi kepada orang tua jangan banyak mikir (jangan pelit), insyaallah banyak berkahnya dan dimudahkan rizkinya…

Akhir kata ‘Semailah benih-benih kebaikan, maka suatu saat engkau akan menuai hasil kebaikan’. Semoga bermanfaat, jazakumullah Khairan.
*Dosen IAIN Takengon