Notification

×

iklan dekstop

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seberapa Pentingnya Berorganisasi?

Kamis, 08 September 2022 | 13.38 WIB Last Updated 2022-09-08T06:38:16Z



Oleh: Zul Hilmi
Wakil Ketua Bidang Riset dan Kajian Pimpnan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Banda Aceh

Dalam dunia kampus organisasi menjadi ladang perburuan mahasiswa. Baik organisasi yang di dalam kampus maupun di luar kampus. Setiap tahun organisasi melakukan pereckrutan kader baru untuk menjadi penerus dan keberlangsungan organisasi. Namun jika kita tinjau seberapa pentingnya organisasi? mengapa kita berorganisas? dan bagaiamana kita setelah mengikuti?. Maraknya mhasiwa yang mengikuti organisasi dengan tujuan tidak jelas dan bahkan ikut organisasi sekedar mengisi waktu luang.

Dampak mengikuti organisasi misalnya saat mahasiswa aktif berorganisasi, pasti akan ada tantangan dan rintangan. Seperti manajemen waktu, jarak tempuh sekretariat organisasi, dan tugas-tugas kuliah yang terbengkalai. Meski dampak yang ditimbulkan akan mempengaruhi kuliah namun hal yang didapatkan dalam berorganisasi sangatlah berharga. Misalnya anda bertemu dengan tokoh-tokoh, melatih mental kepemimpinan, meperluas jariangan, dan bahkan di undang untuk pembicara. Hal tersebut tidak didapatkan didalam ruang-ruan kuliah namun hanya dapat di ruang-ruang organiasasi mahasiswa.

Organisasi mahasiswa yang baik ialah yang memiliki 2 aspek kekuatan yaitu aspek intelektual dan aspek moral. Aspek intelektual dibagi menjadi 4 bagian. Pertama membaca, budaya membaca merupakan budaya yang penting bagi seorang aktivis sebagai tambahan referensi dan wawasan pengetahuan, kedua berdiskusi, budaya diskusi dalam organisasi mahasiswa harus dihidupkan jika tidak maka intelektual mahasiswa sulit berkembang jika tanpa adanya diskusi. Ketiga menulis aspek ini merupakan hasil dari ide-ide dan gagasan yang dituangkan dalam bentuk opini dan essay. Keempat budaya meneliti, sebuah organisasi mahasiswa harus melakukan penelitian apakah itu penelitian sains maupun penelitian sosial. Sehingga data-data yang didapatkan akurat dan terpercaya.

Jika keempat aspek tersebut tidak ada maka dipastikan bahwa organisasi tersebut akan menjadi mati. Bahkan bisa ditebak organisasi mahasiswa itu akan menjadi organisasi pinggiran atau termarjinalkan dengan sendirinya jika aktivitas tersebut tidak dilakukan. Organisasi mahasiswa bukan tempat berkeluh-kesah ataupun ajang adu domba, jika demikian maka organisasi mahasiswa tersebut dikutuk oleh sejarah dan dianggap gagal.

Selanjutnya ialah aspek moral. Setiap organisasi mahasiswa memiliki tujuan, nilai, sejarah, dan bahkan profile organisasi masing-masing. Aspek moral ini tidak boleh bergeser dan dihilangkan apalagi berubah. Moral yang diyakini harus membumi dalam diri sendiri sehingga akan tampak dilingkungan kita. Oleh karena itu nilai, etika dan moralitas harus terus dikuatkan, saling mengingatkan, saling berkasih sayang, penuh cinta, kebaikan, kepedulian dan saling mengerti tanpa ada paksaan. Sehingga mahasiswa yang berorganisasi sebagai jembatan untuk sebuah proses pematangan diri dan kekeluargaan yang penuh kasih sayang dan cinta yang diikat.

Jika saja aspek moral ini dilupakan maka akan muncul tindakan-tindakan kejahatan. Maka jangan heran jika ada alumini-almuni dari organisasi mahasiswa yang melakukan tindak kriminal seperti korupsi, kolusi dan nepotisme. Hal tersebut penulis yakin bukanlah salah organisasi mahasiswanya melainkan ia melupakan nilai-nilai moral yang ada. Maka oleh sebab itu kedua aspek ini penting sekali sehingga nama baik organisasi mahasiswa terjaga dan terhormat di lingkungan kampus.

Penyakit mahasiswa yang sering ditemui salah satu nya ialah terlambat menamatkan kuliah, hal ini sering dikaitkan dengan bergabung di organisasi mahasiswa. Jika anda mau berorganisasi haruslah mengatur waktu dan manajemen. Manajemen disini perlu dituliskan dalam bentuk catatan-catatan kecil. Sehingga tujuan akademik dan tujuan anda berorganisasi bisa tercapai. Berorganisasi perlu melewati proses-proses tahapan. Sehingga harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.

Aspek pendidikan merupakan hal penting harus mampu mentrasformasikan sumber daya manusia yang mecerdaskan, mencerahkan dan berkarter utama. Kepribadian yang kuat, mengutamakan kepentingan bangsa dan umat untuk mengadakan perubahan masa depan yang lebih cerah. Perilaku tersebut harus memuculkan kedisplinan, keteladanan serta tanggung jawab. Cita-cita organisasi dapat terwujud , sehingga mampu menciptakan tokoh-tokoh yang inteltual dan moralitas.

Masa kini tidak perlu heran jika ada banyak mahasiswa yang bergabung dengan organisasi. Kampus harus mendukung mahasiswa yang mengikuti organisasi. Sehingga nalar mahasiswa semakin tajam bukan malah sebaliknya membumkam mahasiswa yang mengikuti organisasi. Maka kampus memberikan ruang sebebas-bebasnya kepada mahasiswa bahkan kalau bisa memberikan nilai plus kepada mahasiswa yang mengikuti organisasi.