Notification

×

iklan dekstop

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Warga Aceh Tengah Meninggal Dunia Dikebun Cabe di Bener Meriah

Rabu, 04 Mei 2022 | 13.48 WIB Last Updated 2022-05-04T06:48:36Z



BerawangNews.com, Redelong- Kepolisian Sektor Permata Polres Bener Meriah beserta tim gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Jainudin (50) warga Kampung Empus Talu Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah, meninggal dunia di perkebunan warga di Kampung Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (04/05/2022) dini hari.

Kapolres Bener Meriah AKBP Indra Novianto, S.I.K melalui Kapolsek Permata Iptu Bandaharo Halomoan Nasution mengatakan, pihaknya menerima laporan pada hari Selasa tanggal 3 Mei 2022 sekitar pukul 19:30 WIB bahwa ada seorang laki meninggal dunia di perkebunan di Kampung Negeri Antara Kecamatan Permata.

"Kita mengetahui hal tersebut setalah menerima laporan dari pak Samian, (55) warga Kampung Kute Cingkam II Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara, sementara ini yang bersangkutan menetap di Kampung Empus Talu Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah" Kata Iptu Nasution.

Lanjut Iptu Nasution,"Menurut keterangan Samian (50), bahwa dirinya bersama korban berangkat kekebun milik Saprijal (45) yang terletak di dusun Sara Ine Kampung Negeri Antara dari Kampung Empus Talu pada hari Selasa Sekitar pukul 15:30 WIB untuk memetik Cabai yang telah ditanami oleh Saiman."

"Kebun tersebut berjarak ± 10 KM dari jalan lintas KKA Aceh Utara" katanya.

Zainuddin dan Samian melakukan perjalan menuju ke kebun tersebut dengan berjalan kaki.

Sesampai di lokasi kebun Samian merasa ada yang aneh karena tidak lagi melihat Zainuddin yang seharusnya berada belakang saat dalam perjalanan menuju kebun cabai tersebut.

Setelah Samian melihat-lihat cabe yang ditanamnya dengan memutari hampir seluruh sisi kebun tersebut, sekitar 15 menit selanjutnya Samian meneriaki Zainuddin (korban) dan tidak ada tanda-tanda jawaban, kemudian Samian kembali ke lokasi awal.

Dalam perjalanannya Samian berhenti dan melihat Zainuddin (korban) sudah tergeletak di tanah. Kemudian Siman memberikan air minum untuk menyadarkan Zainuddin namun setelah Zainuddin minum beliau mengeluhkan sakit di bagian leher/tenggorokannya.

Setelah beberapa menit, Zainuddin mulai bernafas secara tersedaksedak dan Saksi menyaksikan langsung Zainuddin menghembuskan nafas terakhirnya.

Kemudian samian mencoba mengendong Zainuddin yang diketahui sudah tidak bernapas menuju ke gubuk yang berada di area Perkebunan cabai tersebut. Karena merasa tidak sanggup untuk mengevakuasi sendiri, samian meninggalkan korban di tempat tersebut, untuk meminta pertolongan, dengan alasan bahwa lokasi tersebut jauh dari perkampungan dan dapat dipastikan tidak ada orang lain yang melintasi lokasi tersebut karena masih dalam suasana lebaran.

Samian kemudian berangkat ke Polsek Permata yang berjarak ± 10 KM dari lokasi dan melaporkan kepada Personil Piket Jaga Polsek Permata.

Setelah mendapat laporan personil Polsek langsung menghubungi Petugas Kesehatan yang berada di Puskesmas Buntul Kemumu dan berkordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Bener untuk melakukan Evakuasi Jenazah Zainuddin tersebut.

Pada pukul 22.30 Tim evakuasi terdiri dari Polri, TNI, Puskesmas, Basarnas Bener Meriah dan aparatur Kampung Seni antara serta masyarakat, yang di pimpin langsung oleh Kapolsek Permata Iptu B. Nasution menuju lokasi Jenazah Zainuddin yang di tinggalkan korban dengan berjalan kaki sejauh ±10 KM dengan jarak tempuh perjalanan ± 4 jam pulang pergi.

Setelah berhasil di evakuasi selanjutnya jenazah korban dilakukan visum di Puskesmas Permata. Setelah dilakukan visum Jenazah korban langsung di antar ke rumah duka di Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.

"Dari hasil visum di ketahui tidak ada tanda-tanda kekerasan yang di alami oleh korban dan menurut keterangan pak Saiman (saksi) bahwa korban ini mengidap penyakit sesak napas, setelah dilakukan visum Jenazah korban kita serahkan kepada pihak keluarga untuk di kebumikan." kata Nasution

(Juan)