Notification

×

iklan dekstop

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

NAMA-NAMA KHOLIFAH USMANIYAH

Senin, 28 Desember 2020 | 11.33 WIB Last Updated 2020-12-28T04:33:12Z


بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dalam masa kurang lebih 6 abad (1294-1924 Masehi) berkuasa, kerajaan Turki Usmani mempunyai raja sebanyak 38 orang yang silih berganti. Raja pertamanya adalah Sultan Usman I bin Erthogril (699-726 Hijriyah/ 1294-1326 Masehi). Usman I diberi gelar sebagai Padisyah Al-Usman (Raja besar keluarga Usman), gelar inilah awal mula berdirinya Daulah Usmaniyah.

Kholifah kedua adalah Sultan Urkhon bin Usman I (726-761 Hijriyah/ 1326-1359 Masehi). Beliau Sultan Urkhon adalah putra Usman I. Sebelum Urkhon ditetapkan menjadi raja. Dia telah menjadikan kota Brousse sebagai ibu kota kerajaannya.

Kholifah ketiga adalah Sultan Murod I bin Urkhon (761-791 Hijriyah/ 1359-1389 Masehi). Pada masanya terjadi peperangan antara pasukan Islam dan Kristen Eropa pada tahun 765 Hijriyah (1362 Masehi). Peperangan itu dimenangkan pasukan Murod I, sehingga Balkan jatuh ke umat Islam.

Kholifah keempat adalah Sultan Bayazid I bin Murod ( 791-805 Hijriyah/ 1389-1403 Masehi). Bayazid adalah putra Murod I. Bayazid sangat besar pengaruhnya, sehingga mencemaskan Paus. Kemudian Paus Bonifacius mengadakan penyerangan terhadap pasukan Bayazid, dan peperangan inilah yang merupakan cikal bakal terjadinya Perang Salib. Saat itu pasukan Bayazid mengalami kekalahan.

Kholifah kelima adalah Sultan Muhammad I bin Bayazid (816-824 Hijriyah/ 1403-1421 Masehi). Sultan Muhammad I berusaha keras menyatukan kembali negaranya yang telah bercerai berai itu kepada keadaan semula.

Kholifah keenam adalah Sultan Murod II bin Muhammad ( 824-855 Hijriyah/ 1421-1451 Masehi). Cita-citanya adalah melanjutkan usaha perjuangan Muhammad I. Perjuangan yang dilakukannya adalah untuk menguasai kembali daerah-daerah yang terlepas dari kekuasaan kerajaan Turki Usmani sebelumnya.

Kholifah ketujuh adalah Sultan Muhammad Al-Fatih (855-886 Hijriyah/ 1451-1481 Masehi). Ia diberi gelar Al-fatih karena dapat menaklukkan kota Konstantinopel dan menjadikannya sebagai ibu kota Bizantium. Muhammad Al-Fatih dianggap sebagai pembuka pintu bagi perubahan dan perkembangan Islam di Eropa. Tiga alasan Muhammad al Fatih menaklukkan Konstantinopel, yaitu dorongan iman kepada Alloh ta'ala, semangat perjuangan menaklukkan Konstantinopel berdasarkan isyarat dari hadis Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam tentang penaklukkannya dan untuk menyebarkan ajaran Islam.

Setelah Muhammad Al Fatih Turki Usmani dipimpin para kholifah lainnya hingga bertahan sampai tahun 1924 M.

Sumber : Lembaga Studi Islam (eLSI)