Notification

×

iklan dekstop

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aliansi Petani Kopi Menggugat, Bawa keranda ke DPRK Bener Meriah

Selasa, 15 Desember 2020 | 16.50 WIB Last Updated 2020-12-15T11:46:13Z




BerawangNews.com, Redelong - Belasan masyarakat yang tergabung dalam aliansi Petani Kopi Mengingat (PKM) mendatangi kantor DPRK meminta keseriusan pihak legislatif untuk memperjuangkan Qanun Kopi, Selasa (15/12/2020).

Kedatangan meraka membawa sebuah keranda, kartun dengan bermacam tulisan sebagai bentuk motivasi terhadap pihak DPRK Bener Meriah tidak terkesan lalai dengan pentingnya lahir Qanun Kopi.

"Keranda yang kami serahkan bukan bermaksud menghina lembaga legislatif, namun ini semata-mata bahwa kami siap mengawal sampai kapanpun lahirnya Qanun Kopi yang berpihak kepada petani,"kata koordinator PKM, Nasri Gayo.

Nasri menambahkan, pihaknya juga paham membuat Qanun itu tidak segampang membalikan telapak tangan, namun pada intinya para petani tidak mau rancangan Qanun itu hanya diatas meja.

Sebelumnya, Ketua DPRK Bener Meriah MHD Saleh didampingi Wakil Ketua I DPRK Bener Meriah Tgk Husnul Ilmy, Ketua Banleg (Badan Legislasi) Zulham, Baitul Hakim menerima kehadiran PKM.

Selanjutnya, Koordinator PKM tersebut menyerahkan (menitipkan) Keranda kepada ketua Banleg.

Setelah menerima keranda tersebut, ketua DPRK Bener Meriah mengajak para PKM untuk berdiskusi diruang kerjanya.

Dari amatan media BerawangNews.com, kartun yang dibawa KPM tersebut diantaranya bertuliskan, Harga kopi Rp 5000, negeri agraris yang ironis!!! Qanun Kopi harga mati. Tulisan lainnya PKM masih ada dan tidak akan masuk angin sebelum Qanun Kopi disahkan.

(JB)