Notification

×

iklan dekstop

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Janji Jokowi Beli Kopi Gayo, Rp.1 Triliun. Aceh Eksekutif : Watch Tagih Keseriusan Gubernur Aceh.

Selasa, 27 Oktober 2020 | 18.07 WIB Last Updated 2020-10-27T17:36:34Z



BerawangNews.com, Takengon - Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aceh Eksekutif Watch, Mustaqim. S.Sos. Menagih keseriusan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah terkait janji Presiden Jokowi untuk membeli komoditas kopi Arabica Gayo senilai Rp 1 triliun.

“Terkait janji Presiden, Jokowi itu sekarang masyarakat menunggu keseriusan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Memikirkan nasib petani kopi di Dataran Tinggi Gayo (DTG) apalagi ini menjelang panen raya,” ujar Direktur LSM Aceh Eksekutif Watch, Mustaqim.S.Sos. kepada Media BerawangNews.com, Selasa,(27/10/2020).

Menurutnya, Janji Jokowi itu disampaikan langsung oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah sebagaimana dikutip beberapa media di Aceh.

Saat itu Plt Gubernur Aceh menyampaikan, Presiden Jokowi berjanji akan membeli produk utama perkebunan dataran tinggi Gayo yaitu kopi, baik melalui skema BUMN ataupun swasta dengan nilai Rp 1 triliun.

Pernyataan itu disampaikan Nova Iriansyah dalam pertemuan dengan Bupati dan Wakil Bupati serta pimpinan dan anggota DPRK Aceh Tengah, di Pendopo Gubernur Aceh pada Senin, tanggal 20 Juli 2020 lalu.



Disebutkan, pasca panen raya petani kopi di Bener Meriah dan Aceh Tengah sangat mengeluh dan merasa kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi akibat anjloknya harga beli kopi di tingkat petani sekarang ini.

Menurut mahasiswa pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara ini, ketergantungan masyarakat Gayo dengan kopi menjadi salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian di daerah ini.

Namun, ditengah pandemi wabah global, tak banyak yang bisa dilakukan.

Lanjutnya, harga kopi Gayo yang semula biji kopi asalan dan setelah disortir berkisar Rp 68 ribu per kilogram sampai dengan Rp 75 ribu perkilogram. Kini harganya anjlok Rp 39 ribu per kilogram sampai dengan Rp 47 ribu per kilogram.

Anjloknya harga kopi, kata Mustaqim merupakan hal serius bagi petani kopi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, dimana 80 persen masyarakatnya tergantung pada komoditas kopi.

"Masyarakat kita disini sangat tergantung dengan kopi, ditambah lagi pandemi Covid-19 secara global yang berdampak ke seluruh sendi kehidupan, sosial, dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Tambahnya, harga kopi Gayo sekarang memang jauh menurun dari sebelumnya dibandingkan dengan harga normal, apalagi di tengah wabah pandemi Covid-19 permintaan dari buyer (pembeli) mengalami penurunan, sehingga stok kopi tentu melimpah.

Anjloknya harga kopi dikarenakan pengusaha kopi atau buyer (pembeli) mengurangi permintaan bahkan berhenti beroperasi, bahkan ada yang tutup. 

“Permintaan memang tetap ada yang membeli, namun harga jual yang tidak stabil dan mengalami penurunan yang sangat drastis,” sebutnya.

(JB)