Notification

×

iklan dekstop

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PERAN ORANGTUA SEBAGAI TEMAN DALAM MASA PUBER

Minggu, 12 Juli 2020 | 22.05 WIB Last Updated 2020-07-12T15:09:10Z


Oleh Annisa Purnama Edward
Mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum Uin Ar-Raniry Banda Aceh

Setiap anak pasti akan mengalami masa pubertas. Pada masa itu terjadi, seorang anak sangat membutuhkan pendampingan dari orang terdekatnya. Hal itu disebabkan karena mereka akan memasuki tahap remaja dan rasa keingintahuan nya akan semakin menggejolak. Disinilah kita sebagai orang tua harus memperhatikan setiap tingkah laku mereka agar tidak terjurus ke arah yang salah.

Nah! pada masa “puber” ini, kita bisa melihat terjadinya perubahan yang sangat signifikan terhadap seorang anak, baik secara fisik maupun psikis. Salah satunya adalah mereka akan mulai mencari jati dirinya.

Apasih pubertas itu ?

Pubertas merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju remaja. Masa pubertas ini dimulai ketika terjadinya perubahan di otak anak yang disebabkan karena perubahan hormon. Yang mana perubahan itu meliputi pertumbuhan dan perkembangan fisik, seperti pertumbuhan jakun dan suara yang lebih berat pada anak laki-laki. Sedangkan pada anak perempuan, perubahan yang terjadi berupa payudara yang mulai membesar dan pinggul yang melebar. 

Pada umumnya banyak orang tua yang enggan memberitahukan pengetahuan yang berkaitan dengan seks atau hal-hal sekitar itu karena dianggap sebagai tabu, sehingga seorang anak akan mencari tahu sendiri tanpa dampingan dari orangtuanya. 

Lantas bagaimana sebaiknya orangtua dalam menjalankan perannya saat anak memasuki masa puber? Nah! Disini sebaiknya orangtua dapat menjelaskan hal-hal detil mengenai apa yang akan dialami seorang anak dalam kehidupan orang dewasa, dan memberikan penjelasan bahwa organ reproduksi mereka mulai berfungsi. serta memberitahukan bahwa hubungan seksual dengan lawan jenis dapat menyebabkan kehamilan. 

Masa pubertas ini merupakan masa yang penting bagi kehidupan seorang anak. Mereka harus dibekali pengetahuan yang cukup untuk memasuki tahap kehidupan yang baru. Sebaiknya orang tua harus memberikan penjelasan mengenai masalah kesehatan reproduksi, perilaku seks bebas, bahaya narkoba, serta pengetahuan tentang hal-hal yang ada dalam kehidupan menuju kedewasaan. 

Terkait dengan hal ini, jika peran orangtua masih canggung dalam menejelaskan hal yang berbau seksual, sebaikanya kita dapat menggunakan buku maupun video tentang sex education yang sesuai dengan usia anak agar anak tersebut mendapatkan bekal dalam menuju pendewasaan. Seorang anak yang tidak dibekali oleh pengetahuan tentang seks atau hal-hal seperti itu, cenderung akan terjerumus kepada pergaulan bebas atau kenakalan remaja lainnya.