Notification

×

iklan dekstop

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Broken Line Part 2

Selasa, 14 Juli 2020 | 09.33 WIB Last Updated 2020-07-14T02:33:12Z



Oleh : Sofiatun Ma'fufah,

Setelah kejadian itu, aku harus beristirahat sejenak. Selain Moxfane yang kukunyah sejam yang lalu, aku juga menelan sejumlah Dexedrine yang kutemukan di apotik dekat kantorku. Aku meminumnya untuk mengantipasi kalau Moxfane terlalu lama bereaksi. Kedua obat tersebut membuatku sulit berkonsentrasi, reaksinya sedikit terlalu keras. 

Sekarang aku sudah cukup fokus, walaupun belum cukup benar untuk berbicara kepada rekanku. Jadi kuperiksa hasil laporan di komputerku. 

Kubaca laporan di layar komputer itu dengan cepat. Ada banyak kabar buruk untuk pria bernama Lucas LoBrutto. Nama Italia itu menghidupkan alarm di kepalaku, tapi aku cukup yakin tidak pernah mendengar nama itu. Lagi pula, mafia seperti kebanyakan tidak banyak pilihan atau bahkan memaparkan nama lengkap sebagai pilihan. 

Sudah hampir lima tahun aku bekerja di Cracker Room. Aku lulus dalam seleksi ujiqn tertulis kepolisian. Pekerjaan yang menyenangkan, daripada polwan yang hanya mengatur lalu lintas atau mendata para mafia-mafia jalang. 

Aku mulai pertama kalinya pada kasus pembunuhan yang sepuluh tahun tidak terungkap. Penyelidikan yang menantang, membutuhkan metode yang sistematis dan terencana sedetail mungkin. Dan hampir saja bukti-bukti itu dihilangkan tapi akhirnya selesai dalam waktu tiga bulan. Cukup lama, dan sekarang saya bisa memecahkan kasus dalam waktu satu bulan bahkan kurang. 

Meskipun awalnya berat, bahkan lebih berat ketika dulu saya menjadi polwan. Tapi aku sangat menikmatinya. Aku ditigaskan pada bagian Ferensic Specialist dan bekerja sama dengan baik dengan badan penyelidikan resmi dan juga sering disebut detektif partikiler.