BERAWANGENWS – Target penyelesaian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan terus dikejar PT Pertamina (Persero) agar dapat beroperasi pada akhir tahun ini. Kilang dengan kapasitas pengolahan 90 ribu barel per hari ini diharapkan dapat meningkatkan produksi minyak nasional.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, mengungkapkan kekecewaannya atas keterlambatan proyek tersebut. Ia menyayangkan target peresmian yang semula dijadwalkan pada September atau Oktober, belum juga terealisasi. Hal ini disampaikan dalam acara Jejak Berkelanjutan di Cilacap, Jawa Tengah.

Iriawan menyoroti target peningkatan lifting minyak yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di Natuna dengan target 30.000 barel per hari. Ia merasa malu karena kontribusi signifikan baru datang dari PT Medco Energi Internasional Tbk.
"Pak Presiden mencanangkan lifting. Lifting ada di Natuna 30.000 barrel per hari, yang keluar Medco. Mana Pertaminanya? Kita malu," ujarnya.
Oleh karena itu, Iriawan mendesak percepatan penyelesaian RDMP Balikpapan. Ia meminta Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, untuk turun langsung ke lapangan dan memastikan target peresmian akhir tahun dapat tercapai.
Saat ini, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), terus berfokus pada penyelesaian RDMP Balikpapan. KPI menargetkan unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) baru di Kilang Balikpapan akan beroperasi pada kuartal IV tahun 2025.
Milla Suciyani, Pjs. Corporate Secretary KPI, menjelaskan bahwa proyek RDMP Balikpapan terus berprogres mendekati tahap penyelesaian. Saat ini, proyek tersebut berada di tahapan persiapan pengoperasian salah satu unit RFCC hasil proyek RDMP Balikpapan.
"Dalam momen peringatan Hari Kemerdekaan RI beberapa waktu yang lalu, proyek RDMP Balikpapan mencatatkan pencapaian baru dengan melaksanakan loading atau pemasukan perdana katalis pada unit RFCC," kata Milla. Katalis ini merupakan komponen penting dalam mempercepat proses pengolahan minyak di kilang.