Notification

×

iklan dekstop

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mahasiswa Fisip USU membentuk Kelompok Belajar Gratis dirumah

Senin, 14 Juni 2021 | 17.22 WIB Last Updated 2021-06-14T10:22:41Z



Oleh: Lia Holidina Hasibuan 
Alamat Anda: Jln. MJ. Sutoyo Tebing Tinggi
liaholi.dina@gmail.com 


Sejak marak nya kasus PANDEMI COVID 19 ini, banyak sekolah atau tempat belajar ditutup. Sehingga anak anak harus melakukan kegiatan belajar dirumah (daring) . Namun sangat disayangkan, kegiatan belajar dirumah tidak berjalan dengan efektif. Karena bisa kita temukan, banyak anak anak yang lebih memilih bermain daripada belajar. Bahkan untuk pekerjaan rumah pun yang mengerjakan adalah orang tua , bukan si anak tersebut.
Jangan kan untuk mengerjakan tugas, anak anak lebih memilih untuk bermain diluar rumah . Apabila orang tua nya takut dengan virus covid , si anak tersebut akan diberikan handphone untuk dipakai bermain game online seharian yang terpenting si anak tidak keluar rumah .


Saya bernama Lia Holidina Hasibuan (Nim : 180902023) yang merupakan Mahasiswa Prgoram Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) FISIP USU Untuk membentuk kelompok belajar bersama anak anak disekitar tempat tinggal untuk dijadikan lokasi dalam melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Yang beralamat kan di Jln. M. J. Sutoyo Blok 6 Lingkungan VI kompleks PT.KAI Kota Tebing Tinggi. Pelaksanaan praktikum ini berlangsung selama kurang lebih 2 sampai 3 bulan dan dibimbing oleh Supervisor sekolah yaitu bapak Agus Suriadi S.Sos. M.Si.

Agenda yang saya lakukan selama kurang lebih 2 sampai 3 bulan ini adalah, memberikan informasi kepada anak anak atau lebih tepatnya nya saya memanggil dengan sebutan adik adik, tentang apa itu Hak Hak Anak, lalu Pengetahuan tentang bahaya covid dan cara mencegah nya, Serta kekerasan terhadap anak, yang kemudian kami akan mengerjakan tugas sekolah bersama sama . Selain itu saya juga memberikan fun games serta perlombaan kecil kecilan yaitu lomba mewarnai dan lomba bernyanyi. Kegiatan ini saya lakukan selama kurang lebih 3 jam, yaitu dari pukul 09.00 wib hingga pukul 12.00 wib dan dalam waktu 2 kali seminggu.

Sesuai dengan protokol kesehatan, sebelum masuk kedalam rumah adik adik saya berikan hand sanitizer dan juga wajib menggunakan masker. Agenda pertama tepat nya dimulai dari tanggal pertengahan Maret, karena saya harus melakukan izin kepada pihak kelurahan karena saya akan melakukan kegiatan PKL di lingkungan saya. Setelah itu masuklah di hari pertama PKL, yang dimulai dengan pengenalan masing masing dari adik dampingan saya , lalu saya yang kemudian memperkenalkan diri dan maksud dari kegiatan yang saya lakukan ini.
Di hari pertama ini tak banyak yang saya lakukan, kami hanya berkenalan dan bercerita tentang apa saja yang mereka lakukan selama PANDEMI COVID 19 ini. Jawaban yang paling saya ingat dari mereka selama proses sharing itu adalah "mereka tidak semangat belajar karena tidak ada teman" maksud nya adalah, mereka ingin seperti disekolah dulu belajar bersama sama dan banyak teman.

Masuk kedalam agenda kedua, masih di bulan Maret. Disini saya mulai memberikan informasi kepada adik adik dampingan tentang "Hak – Hak Dasar Anak" . Mengapa saya memilih topik ini? Karena saya merasa mereka berhak tau apa apa saja hak yang seharusnya mereka dapatkan. Mengingat saat ini banyak anak anak yang tidak mengetahui apa apa saja hak dasar yang mereka miliki. Dalam proses pendampingan atau belajar ini, mereka sangat senang, karena dapat belajar bersama sama lagi. Dan saya pun semakin semangat dalam mendampingi mereka. Usai memberikan informasi tersebut, saya memberikan waktu atau jeda untuk beristirahat yaitu ice breaking dengan melakukan fun games, seperti tepuk senyum dan tepuk semangat.
Lalu selesai melakukan ice breaking, kegiatan selanjutnya adalah mengerjakan tugas sekolah. Disini saya membagi dalam 2 sesi, karena adik adik dampingan saya adalah anak SD yang kelas nya berbeda beda. Sesi pertama adalah kelas 1 sampai kelas 3, dan sesi kedua adalah kelas 4 sampai kelas 6. Agenda ini berlangsung sampai dengan Minggu kedua bulan April. Dengan pembekalan informasi yang berbeda.

Setelah itu masuk di Minggu ketiga dan Minggu keempat bulan April , bertepatan dengan jatuhnya bulan Suci Ramadhan. Pada bulan ini saya membuat beberapa perlombaan seperti Mewarnai dan bernyanyi. Karena sedang dalam masa bulan puasa, jam belajar saya kurangi menjadi 2 jam saja. Karena saya tidak ingin adik adik merasa lelah, mengingat mereka sedang berpuasa.
Disini mereka mulai berani untuk mengatakan apa yang mereka inginkan. Yang awalnya mereka malu malu untuk melakukan sharing, dan sekarang mereka sudah berani bahkan tanpa saya bertanya terlebih dahulu. Dan juga yang awalnya untuk melakukan pendampingan saya harus mencari mereka ditempat bermain, sekarang sebelum saya selesai berberes ruangan , mereka sudah terlebih dahulu hadir dan memakai hand sanitizer sendiri. Tak lupa selesai melakukan perlombaan, tugas sekolah wajib dikerjakan.

Masuk di Minggu terakhir saya melakukan praktikum, Minggu pertama bulan Juni. Pada akhir praktikum ini saya melakukan sebuah mini projek, yaitu "Gerakan seribu buku" . Mengapa saya memilih ini? Karena saya merasa semenjak adik adik melakukan belajar dari rumah, minat baca mereka berkurang. Sebab mereka lebih memilih untuk bermain .
Berhubung dirumah saya banyak sekali buku buku cerita anak atau buku pembelajaran yang menarik untuk anak, maka saya memberikan kepada adik adik untuk membaca nya. Dan boleh meminjam untuk dibawa pulang , tentu saja mereka merasa senang karena banyak gambar gambar menarik yang menjadi daya tarik mereka untuk membaca nya.
Mini projek ini saya lakukan selama 2 kali dalam seminggu, di hari pertama adalah adik adik bebas memilih buku yang ingin dibaca, dan di hari kedua adik adik harus bisa menceritakan kembali apa apa saja yang sudah mereka baca dari buku tersebut. Ini saya lakukan, sebab selain mereka mendapatkan informasi tambahan tapi mereka juga dapat belajar untuk mengingat sesuatu.
Hari kedua mini projek ini merupakan hari terakhir saya melakukan praktikum. Diakhir kegiatan saya memberikan reward kepada adik adik berupa kenang kenangan karena telah ikut serta dalam membantu saya melakukan kegiatan praktikum.

Selama melakukan praktikum ini, saya memiki satu klien yang saya pilih untuk menjadi klien pada proses Intervensi mikro. Yang saya harap dapat menjadi masukan bagi nya untuk menjadi lebih giat belajar. Klien saya bernama Jiandra umur nya kurang lebih 10 tahun. Ia sebenarnya anak yang pintar dan rajin, namun karena sudah hampir satu tahun lebih tidak melaksanakan kegiatan belajar di sekolah , ia menjadi malas dan lebih memilih bermain .

Disini saya menggunakan metode casework oeleh Zastrow untuk membantu klien mencapai tujuan nya yang diantaranya adalah sebagai berikut:

• Intake dan Contract : ini merupakan proses pengenalan dengan klien dan kontrak berapa lama masa atau proses intervensi akan di lakukan.
• Assesment : Disini saya mulai mendengarkan Klien bercerita tentang permasalahan belajar yang ia alami. Kegiatan dalam asesmen adalah mengumpulkan informasi dan mengkaji permasalahan atau situasi. Disini saya menggunakan asesmen awal dan asesmen lanjutan.
• Planning / Perencanaan : Disini saya membuat program dengan melakukan pemilihan Strategi, Teknik dan Model yang digunakan. Seperti dengan memberikan dorongan (supportive relationship) juga menjelaskan persoalan (clarification of the problem). Sehingga saya dapat mengetahui keinginan klien untuk mau belajar dengan giat lagi.
• Intervensi :pada proses ini tentunya ada proses yang dilakukan oleh sayai, yaitu melakukan pendampingan untuk menghasilkan perubahan berencana dalam diri klien. Pemberian edukasi tentang manfaat belajar dirumah dan cara agar semangat dalam belajar di era PANDEMI COVID 19 ini kepada klien , agar klien mampu melakukan nya . Saya juga melakukan monitoring terhadap klien agar tidak keluar dari kesepakatan awal.
• Evaluasi : pada tahap ini dapat membantu pekerja sosial dan klien menentukan seberapa jauh strategi yang dipilih telah diterapkan secara sukses untuk mencapai tujuan. Untuk memberikan feedback, proses dilakukan secara formatif (selama proses) dan summatif (akhir proses) . Dan apabila terdapat kekurangan akan dilakukan perbaikan.

Setelah kelima tahapan tersebut telah dilakukan, dapat dilihat hasil dari proses nya yaitu ; klien yang bernama Jiandra dapat melaksanakan apa yang telah saya arahkan untuk nya. Sehingga klien kembali berminat untuk semangat belajar dirumah .
Saat ini klien lebih memilih untuk banyak membaca buku dan belajar dirumah daripada bermain diluar. Saya pun berharap Jiandra bisa berbagi pengalaman ini kepada teman-temannya agar lebih giat belajar dirumah daripada bermain. Semua harus di niat kan, sebab tak ada yang akan berjalan mulus bila tak ada niat di awal. Dan Jiandra telah berhasil dalam melewatinya.

Dan di akhir saya melakukan praktikum, apa yang saya lakukan selama kurang lebih 2 sampai 3 bulan ini sangat di apresiasi oleh orang tua adik adik dampingan saya. Mereka sangat bersyukur karena ank anak mereka memiliki kegiatan yang positif selama masa masa PANDEMI COVID 19 ini.