Notification

×

iklan dekstop

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

(Puisi) kita

Sabtu, 12 Desember 2020 | 09.01 WIB Last Updated 2020-12-12T02:01:23Z



Oleh : Eni Penalamni

Kita,
Adalah sepasang sayap yang pernah patah,
Sepasang asa yang kehilangan arah.
Kita,
Sempat cicipi luka dari pahitnya berharap

Sempat salah dalam menabur ingin
Sempat rasai sedu sedan karena kehilangan.
Sebab,
Bentang jarak dalam memisahkan,
Ribuan kaki yang sulit tertapaki,

Restu yang masih belum mengiringi,
Meski bukan ingin sepenuh hati,
Mau tak mau harus disudahi
Kisah kita sama,

Perkara jarak yang masih menjadi sekat
Hati yang kau tinggali di sana masih terisak,
Pun hati yang ku lepas di sana masih tersedak,
Tinggalah,

Sebelah sayapmu yang patah disini
Dan keping hatiku yang retak disini
Saling mengobati,
Saling berpapah untuk kembali terbang.

Ya,
Kesalahan hebat yang mendewasakan.
Betapa hati dituntun untuk berlapang,
Ego diredam agar mampu merelakan,

Ingin dipendam untuk mengikhlaskan kemauan.
Tak selalu harap harus beriring lurus pada kenyataan.
Pun,
Meski kita dibesarkan oleh luka di masalalu

Semoga,
Hati kita bisa pulih menjadi utuh dan tertata kembali seperti baru.
Tak masalah kau miliki masa lalu,
Semoga kaupun tak mempermasalahkan masalaluku.

Kita,
kini menjadi sepasang masa depan dengan sayap yang tak lagi patah,
Sepasang asa dan cita yang satu arah.
Kita,

Senin, 31 Agu 2020 06:43 PM